Aku sedang menyiapkan uang kado istimewa untuk ibu yang akan ulang tahun. Ehm... entahlah ulang tahun yang ke berapa, tapi aku sudah menyiapkan uang untuk kado ibu. Nanti, aku akan beli sebuah perhiasan berupa peniti saja, namun harus indah.
"Cha, kamu beli apa buat ibu nanti?" tanyaku pada Icha, adikku.
"Peniti berbentuk bunga!" jawab Icha, polos.
Aku hanya mengangguk. "Sama, dong!"
Ica menampakkan senyum manisnya. "Iya, kak."
"Ya, sudah... besok kita beli, ya!" kataku.
"Ya..."
****
Esoknya...
"Yes! ibu ulang tahun!" seruku.
Ibu hanya tersenyum.
"Ya, udah... dadah!" kata ibu, sambil melambaikan tangan. Aku akan ke sekolah.
Di sekolah, aku bercerita dengan teman curhat, Rifa.
"Rif, sekarang ibuku ultah, lho," kataku.
"Ke berapa?" tanya Rifa.
"Tidak tahu," aku menjawab dengan cepat.
"Kado apa yang diberikan nanti untuk ibumu?"
"Aku? Aku hanya siapkan uangnya. Tapi aku tahu apa yang harus kubeli."
"Apa yang akan kamu beli?"
"Kita ke Sub Mart sekolah dulu!"
*****
"Peniti bagus!" seruku, di Sub Mart sekolah, saat melihat angsa berwarna emas, dengan kristal ungu di sayapnya. Namun, ada satu lagi kristalnya yang putih. "Wah, yang mana, ya? Peniti strawberry dengan kristal juga bagus!"
Icha ternyata juga ada memilih peniti. Dia memilih peniti bunga.
Aku memutuskan untuk yang angsa saja. Harganya ternyata mahal... sekali. 10 ribu!
*****
Kami masuk ke rumah saat pulang sekolah. Kami menyembunyikan kado itu.
"Tambahkan lagi saja kadonya!" ajak Icha. "Sabun saja!"
"Baiklah... beli sabunnya di toko Nazhira, ya!"
Icha mengangguk.
Kami pun beli sabun dan pulang lagi. Lalu, kami bermaksud menunjukkan kado itu kepada ibu.

"TARA...!!! KADO!!!" seru kami, sambil menemui ibu.
"Terima kasih, tapi kado terbaik yang ibu harapkan ternyata belum terkabulkan," kata ibu.
"Apa kado terbaik itu?" tanyaku.
"Cukup dengan membersihkan kamar kalian, membantu ibu mencuci piring, dan melaksanakan shalat 5 waktu. Lihatlah, 'segunung' pakaian tertumpuk dan kamar kalian juga belum bersih." ibu menjawab santai.
Kami pun melaksanakan kado terbaik ibu.
Ternyata, ibu mau menjadikan kami anak yang shalehah... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar